Kamis, 05 Mei 2011
Various events unfolding in history
05.24 | Diposting oleh
demigod |
Edit Entri
1.Flu Burung : Konspirasi para negara besar dunia
Kepanikan melanda dunia ketika disebutkan bahwa virus flu burung yang telah memusnahkan 140 juta burung dan menciptakan kerugian lebih dari 10 milyar dollar telah bermutasi. Penularannya tidak lagi dari burung ke manusia tapi sudah dari manusia ke manusia. Bahkan entah kenapa banyak media massa yang mengupas kemungkinan bahwa flu burung akan menjadi flu terparah yang akan mengalahkan flu spanyol yang dikabarkan telah membunuh 20-40 juta jiwa. Bahkan seperti ingin memancing kehebohan dunia, Dr. Nancy Cox menyatakan bahwa H5N1 memiliki tingkat fatalitas 76 persen. Jika perbandingannya 76:1 entah berapa banyak manusia yang akan mati oleh H5N1.Sejalan dengan Nancy Cox, Canadia News Servixe melansir pernyataan
berikut, "WHO mendesak setiap negara untuk secepatnya melakikan tindakan persiapan menghadapi flu burung, di antara temuan mutakhir WHO, terdapat bukti perubahan susunan genetik virus sehingga dapat membuat virus H5N1 beradaptasi lebih baik untuk menyebar antar sesama manusia. Tampaknya WHO dan Nancy Cox benar-benar "mempersiapkan" dunia untuk menghadapi kemungkinan terburuk
Akan tetapi tetap ada saja keanehan tentang hal ini. Saat WHO dan Cox membuat pernyataan di atas, Indonesia seperti sedang digencet oleh banyak negara maju, Karena Indonesia termasuk dalam negara yang memiliki pasien flu burung dengan jumlah besar, akan tetapi berlawanan dengan tekanan negara-negara tersebut, Menteri Kesehatan Indonesia pada saat itu, Siti Fadhilah Supari, tampak santai saja. Meskipun para ilmuwaan luar negeri sudah histeris membayangkan adanya kehancuran umat manusia, Siti Fadhilah Supari, masih menyatakan bahwa flu burung di Indonesia paling gawat dari burung ke manusia, bukan manusia ke manusia. Lalu siapakah yang benar ???
Sebelum itu mari kita bahas tentang masalah ini dulu
1A.Kematian Misterius Para Periset Top Dunia
Mungkin bagi para pembaca kematian seseorang itu bukanlah sesuatu hal yang aneh, akan tetapi, jika melihat kematian para peneliti ini, khususnya para peneliti/periset penyakit menular dan flu burung ini, kita perlu memikirkannya lebih jauh, karena lebih dari 80 orang para periset terbunuh dalam kurun waktu 3 tahun (2005-2008). Lalu, pada tanggal 22 Mei 2005 Dr. Robert J. Lull, pimpinan pengobatan nuklir di San Fransisco General Hospital tewas dengan cara yang mengenaskan. Mayatnya ditemukan didepan rumahnya, sebenarnya pada saat itu tengah mempersiapkan diri untuk mempresentasikan temuan barunya dalam pertemuan tahunan para ilmuwan pengobatan nuklir di Canada, tampaknya presentasi dari Dr.Lull ini berusaha ditutupi oleh pihak-pihak tertentu, mungkin kita bisa menduganya bahwa itu Amerika dengan CIA-nya. Menurut kabar, Dr.Lull dijadwalkan memaparkan temuannya atas efek pengubahan virus flu burung dalam pengotan kanker.
Kepanikan melanda dunia ketika disebutkan bahwa virus flu burung yang telah memusnahkan 140 juta burung dan menciptakan kerugian lebih dari 10 milyar dollar telah bermutasi. Penularannya tidak lagi dari burung ke manusia tapi sudah dari manusia ke manusia. Bahkan entah kenapa banyak media massa yang mengupas kemungkinan bahwa flu burung akan menjadi flu terparah yang akan mengalahkan flu spanyol yang dikabarkan telah membunuh 20-40 juta jiwa. Bahkan seperti ingin memancing kehebohan dunia, Dr. Nancy Cox menyatakan bahwa H5N1 memiliki tingkat fatalitas 76 persen. Jika perbandingannya 76:1 entah berapa banyak manusia yang akan mati oleh H5N1.Sejalan dengan Nancy Cox, Canadia News Servixe melansir pernyataan
berikut, "WHO mendesak setiap negara untuk secepatnya melakikan tindakan persiapan menghadapi flu burung, di antara temuan mutakhir WHO, terdapat bukti perubahan susunan genetik virus sehingga dapat membuat virus H5N1 beradaptasi lebih baik untuk menyebar antar sesama manusia. Tampaknya WHO dan Nancy Cox benar-benar "mempersiapkan" dunia untuk menghadapi kemungkinan terburuk
Nancy Cox
Siti Fadillah Supari
Sebelum itu mari kita bahas tentang masalah ini dulu
1A.Kematian Misterius Para Periset Top Dunia
Mungkin bagi para pembaca kematian seseorang itu bukanlah sesuatu hal yang aneh, akan tetapi, jika melihat kematian para peneliti ini, khususnya para peneliti/periset penyakit menular dan flu burung ini, kita perlu memikirkannya lebih jauh, karena lebih dari 80 orang para periset terbunuh dalam kurun waktu 3 tahun (2005-2008). Lalu, pada tanggal 22 Mei 2005 Dr. Robert J. Lull, pimpinan pengobatan nuklir di San Fransisco General Hospital tewas dengan cara yang mengenaskan. Mayatnya ditemukan didepan rumahnya, sebenarnya pada saat itu tengah mempersiapkan diri untuk mempresentasikan temuan barunya dalam pertemuan tahunan para ilmuwan pengobatan nuklir di Canada, tampaknya presentasi dari Dr.Lull ini berusaha ditutupi oleh pihak-pihak tertentu, mungkin kita bisa menduganya bahwa itu Amerika dengan CIA-nya. Menurut kabar, Dr.Lull dijadwalkan memaparkan temuannya atas efek pengubahan virus flu burung dalam pengotan kanker.
Dr. Robert J. Lull
Mungkin bukan hanya Dr. Robert Lull saja yang jadi korban, pada tanggal 14 Juli 2008, General Durectorate for External Security melaporkan bahwa salah satu periset mereka, Laurent Bonomo dan rekannya, Gabriel Ferez dibunuh di London dengan cara yang sangat brutal. Jasad mereka ditemukan dalam keadaan diikat, mulut disumbat dan banyak luka tikaman, kemungkinan besar mereka disiksa dan dipukul berulang-ulang dengan alat tumpul. Laurent Bonomo terlibat penelitian flu burung di Imperial College, London, salah satu institusi pertama yang menginvestigasi virus H5N1. Mungkin kematian dari Laurent Bonomo ini bisa jadi berkaitan dengan Indonesia, yang melalui Menteri Kesehatan saat itu Siti Fadillah Supari, menolak menyerahkan sampel flu burung Indonesia ke Amerika, pihak Indonesia justru memberikan samplenya kepada Inserm Medical Institute (Prancis). Dari sinilah Laurent Bonomo memulai penelitiannya sebelum menginvestigasinya lebih jauh di Imperial College di London.
Gabriel Ferez and Laurent Bonomo
Sepertinya, pembunuhan mereka berdua adalah reaksi atas "ketidakpatuhan" Indonesia terhadap peraturan Amerika yang mereka buat seenaknya. Pembunuhan ini yang sepertinya dilakukan oleh CIA, mungkin peringatan kepada Indonesia, jika mereka tidak ingin mematuhi mereka maka akan jadi seperti Dr. Laurent yang kemungkinan akan membuka aib flu burung.
Sepertinya kali ini Amerika berusaha mengendalikan opini
dunia terkait penyebaran flu burung ini, mungkin bisa saja berita ini diciptakan untuk pengalihan isu, karena saat itu Amerika Serikat sedang melakukan invasi ke Afghanistan dan Irak. Mungkin pertanyaan yang ada di benak kita adalah seberapa bahayakah flu burung, mungkin jika kita tahu fakta sebenarnya, pasti kita akan tercengang, karena menurut USA Today pada 9 Oktober 2005, pejabat kesehatan eropa untuk membuat virus flu burung yang saat itu belum menginfeksi satu orang pun di eropa. Sepertinya, flu burung yang menyerang manusia saat itu baru terjadi di Asia bukan di Eropa. Dr. Leonard Horowitz dalam artikelnya pada 12 Oktober 2005, menyatakan bahwa flu burung baru membunuh 65 orang di Asia Tenggara selama dua tahun belakang, ia pun mencatat bahwa flu burung ini tak begitu berbahaya dibandingkan flu lain yang membunuh lebih dari 40.000 warga AS setiap tahunnya. Dengan fakta tersebut, mungkin kita dapat mementahkan pernyataan media massa yang menyebut bahwa flu burung memiliki fatalitas lebih dari 76%, bahkan di Indonesia tingkat kematian flu burung ini lebih kecil dibandingkan dengan demam berdarah.
Dr. Leonard Horowitz
Langganan:
Postingan (Atom)
Blog Archive
About Me
- demigod
Customer
Diberdayakan oleh Blogger.




